RSS

TATA CARA BERWUDHU(tugas mentoring)

02 Des

Tata Cara Berwudhu
Dalil kewajiban berwudhu untuk shalat adalah firman Allah:

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki,” (Q.S. Al-Maidah:6)

Sedangkan tata cara wudhu yang sempurna, dengan arti mencakup syarat, rukun dan kesunahaannya tercantum dalam salah satu riwayat dibawah ini:

Dari Humran bekas budak Utsman, bahwa Utsman bin Affan r.a. meminta air wudhu’. (Setelah dibawakan), ia berwudhu’, ia mencuci kedua telapak tangannya tiga kali, kemudian berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidungnya, kemudian mencuci wajahnya tiga kali, lalu membasuh tangan kanannya sampai siku tiga kali, kemudian membasuh tangannya yang kiri tiga kali seperti itu juga, kemudian mengusap kepalanya lalu membasuh kakinya yang kanan sampai kedua mata kakinya tiga kali kemudian membasuh yang kiri seperti itu juga. Kemudian mengatakan, “Saya melihat Rasulullah saw. (biasa) berwudhu’ seperti wudhu’ku ini lalu Rasulullah Saw bersabda, “Barang siapa berwudhu’ seperti wudhu’ku ini kemudian berdiri dan ruku’ dua kali dengan sikap tulus ikhlas, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Bukhari Muslim)

Ibnu Syihab berkata, “Para ulama menegaskan, ini adalah cara wudhu’ yang paling sempurna yang (seyogyanya) dipraktikkan setiap orang untuk shalat.”

Seperti yang disebutkan oleh Ibnu Syihab diatas bahwa hadist diatas merupakan hadist yang paling lengkap yang menerangkan tentang wudhu sekaligus merupakan hadist yang sahih karena diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.

Apa Arti Syarat, Fardhu dan Rukun
Dalam pembahasan fikih kita akan menemukan kata Syarat, Fardhu atau Rukun.

Syarat: Adalah ketentuan yang harus dilakukan dalam melaksanakan ibadah yang letak atau posisi ketentuan itu sebelum ibadah itu sendiri. Misalkan dalam shalat salah satu syaratnya harus suci dari hadast kecil/besar dan perbuatan itu dilakukan sebelum melaksaknakan shalat itu.
Rukun: Adalah ketentuan yang harus dilaksanakan dalam ibadah itu. Misalnya membaca fatihan adalah rukun shalat, maka dalam shalat seseorang harus membacanya dan tidak saha shalat itu jika tidak membaca Fatihah. Dengan katan lain Rukun itu bagian atau isi dari ibadah itu sendiri.
Fardhu: sama artinya dengan Wajib (menurut mayoritas ulama dan berbeda halnya dengan pandangan mahzab Hanafi). Artinya hampir sama dengan Syarat, namun kekuatan hukum fardhu ini lebih kuat karena berdasarkan dalil Qathi (pasti/kuat).

Syarat Wudhu
Disebut fardhu (wajib) wudhu karena perbuatan ini tidak boleh ditinggalkan ketika berwudhu dan wudhunya tidak saha jika meninggalkan perbuatan ini.
Fardhu atau syarat wudhu adalah:

1. Berniat

Berdasar sabda Nabi Saw., “Sesungguhnya segala amal hanyalah bergantung pada niatnya.” (Bukhari Muslim)

Niat itu dalam hati dan tidak disyariatkan membaca “..Nawaitu… karena tidak ada dalil sama sekali mengenai pengucapan hal itu dari Nabi Saw, dari sahabat atau tabi’in sekalipun/
Memang banyak buku-buku fikih khususnya dalam mahzab Syafi’i yang mengajarkan pembacaan niat dengan kalimat Nawaitu. Namun perlu diingat para ulama penyusun buku fikih seperti Fath Mu’in, Taqrib, ataupun Safinah berkomnetar pula, bahwa niat itu ada dalam hati, dan pengucapan niat itu hanya untuk membantu saja agar hati bisa menyuarakan niat. Dengan demikian jelaslah bahwa pengucapan yang dianggap niat, itu bukan niat.
Jadi bagaimana niat itu? Ketika kita hendak berwudhu misalnya, atau akan melakukan ibadah yang diwajibkan niat, katakana saja dalam hati… ..” Aku berniat shalat, aku berniat wudhu karena Allah semata, dan ketika hati mengucapkannya ada keseriusan, kesengajaan dalam melakukan perbuatan itu…atau ucapkan…Aku berniat untuk menghilangkan hadast kecil…

2. Membasuh Muka
Yang pertama kali dibasuh adalah muka seperti yang terdapat dalam ayat:

….Maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki,” (Q.S. Al-Maidah:6)

Air wudhu harus mengalir di wajah, karena mambasuh disini berarti mengalirkan air.
Batasan muka itu adalah dari mulai tumbuhnya rambut hingga dagu termasuk jenggot (jika yang memiliki), dari daun telingga kanan hingga kiri. Namun wajib membasuh lebih dari batasan wajah itu agar kita yakin bahwa semua wajah telah terbasuh. membasuh wajah wajibnya hanya sekali saja.

3. Membasuh Tangan
Batasan tangan ini dari siku-siku ke bawah dan wajib melebihi siku-siku agar yakin bahwa semua tangan dari siku telah terbasuh

4. Mengusap Kepala
Mengusap kepala harus dibedakan dengan membasuh atau mencuci kepala
Mengusapkepala ini beserta kedua telinga satu kali, dimulai dari bagian depan kepala lalu diusapkan ke belakang kepala lalu mengembalikannya ke depan kepala.

5. Mencuci Kaki
Mencuci kaki dari mata kaki ke bawah dan wajib mencuci bagian atas mata kaki agar yakin bahwa mata kaki itu tercuci hingga bagian bawah.

6. Berurutan (Muwalah)

Bagian syarat wudhu diatas ini harus dilakukan dengan berurutan seperti diatas dan tidak boleh dilakukan tanpa berurutan. Karena ayat Qur’an yang menjeskan tentang wudhu ini menyebutkan secara urut. Begitu pula dengan perbuatan Nabi sendiri yang melakukannya secara beurutan.

Perlu pula diperhatikan agar antara satu fardhu wudhu dengan fardhu yang lainnya tidak terlalu lama berselang kecuali bila air tiba-tiba terputus atau sulit merncari air.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 2, 2009 in Uncategorized

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: